Category Archives: Uncategorized

Aki MOTOBATT HAMIL

Met malam bro sis wordpresser, lama gak nulis A.K.A ngetik artikel. mumpung lagi senggang dan moodynya datang, tancap jempol ke keypad.

Saya mau sekedar share aja postingan teman grup fb di grup Honda Tiger. Nama fb nya Wahyu F Baskoro, bro Wahyu ngepost foto aki MOTOBATT nya yang melembung atawa bisa juga disebut hamil 😂. Gak nanggung nanggung, hamilnya alias melembung di kedua sisi aki tersebut. Buat lebih jelas bisa dipantengin ss yg sudah saya save.

Gendut kan??? 😂😂😂


Entah gimana ketahuannya pas pertama kali, apa plat penahan aki ikut melengkung atau gimana, saya juga kurang tahu.

Tapi dari komen komen yang ada di foto tersebut, menganalisa kalau hal itu dikarenakan kiprok soak. Jadinya pemasukan arus ke aki jadi berlebih.

Saya juga sempat tanya tanya ke mang Jejen A.K.A macantua.com dan dibenarkan.

Sekalian tanya, “apa ciri dari kiprok yang soak? “

Dijawab oleh mang Jejen, “coba diidupin, panas banget gak?”

Jadi kesimpulan saya, ketika mesin hidup, itu kiprok suhunya ketika dipegang jadi panas berarti dia soak. 

Suhu ketika kiprok normal, walau motor sudah dipake jalan, suhunya anget anget kuku. 

Saya sudah nyoba di Tirev saya, dipakai jalan 41km dan kiprok saya elus, ternyata anget aja. Legaa dehh 😅

Wokey bro sis, karena saya sudah lega tahu kalau kiprok saya masih normal, saya sudahi dulu artikelnya. 

Monggo dilanjut ngopinya ☕

Advertisements

Balada Ukuran Ban Depan Belakang Tirev

image

Haloo….. Assalamualaikum sobat semua.
Mau sedikit curhat soal ban (thanks to mang jejen [ macantua.com ] ) yang sudah mau mendengarkan curhatan saia soal seluk beluk ban dan velg tirev ane 😂😂😂

Balada ini berawal dari niat saya yg mau ganti ban depan Mizzle power tread 18-2.75 TT yg sebelumnya terpasang.
Karena waktu longgar saya yg sulit buat hunting sendiri ban buat si tirev, akhirnya saya minta tolong teman buat nyarikan, saya nitip uang dianya yg berangkat.
Ukuran ban yg dibutuhkan adalah rims 18 yg notabene sudah sulit nyari. Di internet banyak pilihan, tapi di realnya yg jual sudah jarang. Ini nih yg bikin kekiiiiiii 😑

Dannn……..akhirnya berangkatlah temen saya buat hunting ban, sayanya kerja nyari duit 😂
Sore nya dia bbm saya ngabarkan kalo ban nya sudah dapat dan terpasang, Seneng dengernya.
Awalnya sih rencana beli Fdr Sport XT tapi karena agak sulit yang rims 18 akhirnya nyasar ke Zeneos Zn91

image

Tahun produksinya dapat yang 2015, lumayannnnn gak lama lama amat.

Tapi yang bikin surprise, ukuranya broooooo 😨😨😨 velg depan tirev saya 1.85 , kebayang gak jika dipasangi dengan ban ukuran 100/80 ?
Sudah pasti akan jadi agak agak donat di velg 1.85 standart Tirev saya, Alamakkkkk 😂😂😂 secara ukuran ban belakang jg sama mas brooooo

image

Nahhh kannn makin galau kann 😂
Velg depan 1.85, Ban 18-100/80
Velg belakang 2.15, Ban 18-100/80

Harusnya depan pakai 90/90 atau 90/80 atau 2.75

Btw, sebelum lanjut, saya sedikit review ban belakang yang pakai Corsa s123 , usia pemakaian 1 tahun, 3 bulan. Lama yakkk? Tapi batik ban masih sipp A.K.A awettt. Tapiiiiiiii jangan tanya licin atau gak. Berasa sliding di aspal kalu dibuat ngerem. Saya pernah hantam bak pick up karena ngerem tidak bisa berhenti, putaran ban sudah berhenti tapi laju motor masih maju nlunyur kaya celeng 😂😂😂 akhirnya yaa brukkkk..

Okehh, itu sedikit review ajah atas dasar pengalaman.
Sekarang back to ukuran ban yang depan belakang sama.
Secara penampakan, jadi kayak2 besar yang depan. Karena mungkin velg depan masih pakai standart 1.85.

image

image

image

Monggo ditimang timang keliatan besar mana.

Untuk pemakaian, jadii terasa lumayan berat handling nya, terutama kalau dibuat jalan pelan.
Jika buat tikungan, zeneos zn91 enak jugaa, terasa pakem dan manteb (aspal kering)
Cuma karena ukuran depan belakang sama, jadinya pas nikung kalau mau kembali tegak ada rasa agak susah, maunya nikung mlulu bannya 😂😂😂 musti hati hati juga kalau pas miring gitu.
Batik ban zn91 menurut saya bagus penampakannya, overall dari penampakan ban i like it lahhh

image

Oraitt…saya kira segitu aja review galaunya, rencana selanjutnya mau tdk mau harus hunting ban lagi buat depan yang pas dg ukuran velgnya. Doakan lancar yakk 🙌
Seee yaa

Wassalam

Boleh Modif, asal….

Sekedar mengutip aja, dapat share kiriman dari teman di fb soal undang undang permodifan yg lagi rame alias heboh (kata teman ane sih gtu).

Kutipannya ditulis atau diposting oleh Divisi Humas Polri di page fb nya Disini

image

Divisi Humas Polri
BOLEH MODIF, ASAL…

Selamat Siang Mitra Humas!!

Bagi pecinta otomotif yang hobi ngoprek mesin / modif kendaraan mulai dari warna konstruski bodi/rangka dll pasti sering timbul pertanyaan, apakah hasil modifan saya ini melanggar hukum? gimana ya kalo nanti ditilang?, lalu apa siy dasarnya bisa ditilang? Duhh lalu harus bagaimana biar bisa tetep oke dijalan tanpa melanggar hukum? Mari kita ulas bersama-sama bagi ada yang punya pengalaman menarik silahkan di share..

Menurut para pecinta otomotif gaya modifikasi kendaraan motor/mobil memang mengapresiasikan dan menunjukkan jati diri, begitu angkut dari diler langsung dibawa ke bengkel modifikasi. Ada juga yang sudah bosan dengan kendaraan yang tampilannya itu-itu aja, tapi sayang untuk ganti dan beli kendaraan baru, atau karena pertimbangan lainnya, seperti faktor dana. Namun bagaimana jadinya bila semua alasan tersebut terpatahkan karena dinilai melanggar hukum?? Nahloo???

Pertama-tama coba kita baca petikan Undang-undang Berikut:

“Setiap orang yang memasukkan Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi Kendaraan Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).”

di atas merupakan bunyi pasal 277 Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Duhh ngeri ya!!

Lalu bagaimana solusinya? Solusinya ya Uji Tipe!

Uji tipe kendaraan bermotor adalah pengujian yang dilakukan terhadap fisik kendaraan bermotor atau penelitian terhadap rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor, kereta gandengan atau kereta tempelan sebelum kendaraan bermotor tersebut dibuat dan atau dirakit dan atau dimpor secara masal serta kendaraan bermotor yang dimodifikasi. Sesuai dengan Keputusan Menetri Perhubungan No. 9 Tahun 2004 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor Uji tipe bertujuan untuk memberikan jaminan keselamatan secara teknis terhadap penggunaan kendaraan bermotor di jalan, selain itu uji tipe juga bertujuan melestarikan lingkungan dari kemungkinan pencemaran yang diakibatkan oleh penggunaan kendaraan bermotor di jalan.

Tuhkan! Tujuannya baik kok….

Tapi, memangnya harus ya pak? Klo gak uji tipe trus kenapa?

Setiap kendaraan bermotor yang masuk ke Indonesia atau yang dirakit di tanah air secara legal dan bagi kendaraan bermotor yang telah dimodifikasi WAJIB dilakukan uji tipe terlebih dahulu. Sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 50 ayat (1)

“Uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2) huruf a wajib dilakukan bagi setiap Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan, yang diimpor, dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri, serta modifikasi Kendaraan Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe”

Terus modif yang dimaksud itu yang seperti apa?

UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 52 ayat (1) “Modifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dapat berupa modifikasi dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut.”

Tuhkan! Bagi kendaraan bermotor yang telah dimodif baik dari segi dimensi (panjang/lebar kendaraan), Mesin dan kemampuan daya angkut WAJIB dilakuka uji tipe!! UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 52 ayat (2) “Setiap Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material wajib dilakukan uji tipe ulang.”

Nahhh untuk kalian pecinta otomotif yang hobi Modif untuk digunakan dijalan seperti bore up mesin, ganti mesin (dari mesin motor/mobil jenis A diganti menjadi mesin motor/mobil B demi memiliki CC tertentu), merubah rangka dll kendaraan disarankan untuk uji tipe terlebih dahulu.

Nah… gmana sob?
Sudah ada gambaran atau angan angan tentang gmana dan bagaimana modifan yg dilarang?

image
Beginikah?

Atau…

image

Posted from jari jariku

Short Trip ke Ranu/Danau Pani ( Taman nasional Bromo Tengger Semeru )

 DSC_0181-01

Biar gak kosong, secara juga masih new dalam nge-blogging, ane isi aja foto hasil jepretan ane sendiri pake hape kesayangan, XZ3-compact.

DSC_0165-01

kesananya pun cukup naik macan muda (tiger revo), ane bilang muda karena masih buatan tahun 2011. berangkat jam 5 pagi, sampai daerah Jemplang sekitar jam 7 pagi an, jalan slow aja, sambil nyoba gear set Sinnob yg baru dipasang seminggu sebelum berangkat, hehehe….

nyampai disana,,,,, wahh…seger banget hawanya, langsung deh nyari warung bwt kopi pagi…

DSC_0212-01and then….. cukup gitu aja dulu, yg penting blog gak kosong melompong kaya macan ompong.